![]() |
| Add caption |
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Rabu, 24 Oktober 2012
Ketidak layaknya mahasiswa/i Intan Jaya menempati Asrama
05.57
1 comment
Mahasiswa Papua asal Kabupaten Intan
Jaya di kota studi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menilai asrama permanen
yang dibeli oleh Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, Juni 2012 lalu tidak layak
huni. “Mereka (Pemerintah Intan Jaya:red) membeli tanpa komunikasi dan
koordinasi dengan Ikatan Mahasiswa Intan Jaya yang ada di Yogyakarta. Sampai
saat ini, mahasiswa belum menempati asrama tersebut karena benar-benar tidak
layak,” demikian ditulis dalam Release yang dikirim ke media ini, Minggu,
(7/10).
“Asrama ini berada pada tempat yang
sangat tidak strategis. Daerah itu sering terjadi konflik antara warga dan
mahasiswa asal Papua. Selain itu, volume mahasiswa yang kuliah di lokasi asrama
tersebut sangat kurang bahkan tidak ada. Semua mahasiswa benar-benar mendapat
kesulitan karena keberadaan asrama tersebut sangat jauh dari kampus-kampus yang
ada mahasiswa asal Intan Jaya,” tulisnya.Selain alasan di atas, dinilai, asrama itu berada di daerah yang sangat berdekatan dengan asrama permanen mahasiswa Wamena, asrama permanen mahasiswa Puncak Jaya, asrama permanen mahasiswa Tolikara, asrama permanen mahasiswa Manokwari, asrama permanen mahasiswa Pegunungan Bintang, asrama permanen mahasiswa Timika, asrama permanen mahasiswa Yahukimo dan asrama kontrakan Mahasiswa Ndugama. Hal ini bisa membuat konsentrasi belajar terganggu dan bisa memicu konflik.
Mahasiswa juga menilai Pemda menipu. “Kami tahu, dalam anggaran yang disahkan bersama DPRD Intan Jaya, asrama itu 44 kamar ditambah satu unit bus. Namun, hal itu tidak terjadi. Asrama dibeli adalah rumah pribadi orang yang hanya 9 kamar tidur. Menurut pengakuan ketua RT, awalnya Pemda mengatakan rumah itu untuk kantor perwakilan, ternyata sekarang menjadikan asrama mahasiswa,”tulis Release yang dikirimkan Septinus Tipagau itu.
Ketua RT. 17 (lokasi asrama) sebagaimana dikutip dalam Release itu mengatakan, ia tidak tahu rumah yang dibeli Pemda Intan Jaya itu milik siapa. Kata dia, ia berada di RT sejak 1993 silam.
“Kami sebagai generasi penerus Kabupaten Intan Jaya sangat menyesal atas kejadian ini. Kami menegaskan kepada Penjabat Bupati dan Kabag Kesra untuk dalam waktu yang dekat segera ditinjau kembali pengadaan asrama ini. Apabila tidak berati kami akan melakukan tindakan lain terhadap rumah tersebut sehingga pemda akan menanggung kembali,”tulisnya.
oleh: http://majalahselangkah.com/tak-layak-huni-mahasiswa-intan-jaya-diy-belum-tempati-asrama/
BUDAYA MIGANI MEMBUNUH SUMBER DAYA MANUSIA INTAN JAYA
05.39
1 comment
-

SUGAPA- Budaya merupakan kebiasaan dan kebiasaan itu menetukan suatu suku bangsa, ras,golongan,kelompok dan juga budaya menetukan cara hidup seseorang/pribadi. Budaya atau kebiasaan itu diberikan Cuma-Cuma oleh sang pencipta alam semesta beserta isinya kepada nenek moyang tiap-tiap suku bangsa, untuk di teruskan dari generasi ke generasi.
Budaya migani di intan jaya sudah ada sejak nenek moyang migani, namun budaya yang kurang baik harus disesuaikan dengan perkembangan jaman modern. Masalah mas kawin perempuan dan masalah selingku sering terjadi perang marga dan perang suku di kabupaten intan jaya, sehingga menyebabkan korban jiwa dan luka-luka akibat anak panah.
Mas kawin perempuan migani biasa dibayar dengan 300.000.000 (tiga ratus juta rupiah) sedangkan bayar kepala manusia biasanya 800.000.000 (delapan ratus juta rupiah). Hal inilah yang membuat anak-anak migani kurang dalam sumber daya manusia. Jika dilihat orang migani memiliki kekayaan yang melimpah ruah, namun di sebabkan oleh faktor budaya, sehingga manusia migani kurang dalam sumber daya manusia.
Pagi menjelang siang noken bersama beberapa pemuda hendak pergi ke kepala air sungai Dogabu untuk mencari tahu persoalan-persoalan yang terjadi di sana. Kami lalui beberapa bukit dan anakan sungai serta beberapa perkampungan. Ternyata banyak persoalan yang di hadapai masyarakat di kampung Sonabu dan Mbaituga.
Hari itu rabu tanggal 29 Agustus 2012 pukul 12.35 kami tiba di kampung Magalogae dan noken hendak mencari tahu siapa tokoh perang tersebut. Pemuda setempat mengantar noken dan hendak ke rumahnya bapak Enos Nayagau. Noken bertemu dengan bapak Enos Nayagau dan saling sapa-menyapa. Bapak Enos menerima noken dengan senang hati untuk diwawancarai.
Bapak Enos Nayagau sebagai pemilik perang atau dalam bahasa migani mengatakan Mbole Auu mengatakan bahwa; Tepatnya pada tahun 2003 seorang pemuda selingku dengan istri kepala suku, sehingga kepala suku yang bernama Begagelani Selegani meminta pihak pelaku untuk membayar denda, namun pihak pelaku membanta pernyataan tersebut, maka kepala suku Begagelani Selegani mengangkat busur dan menembak pihak pelaku, sehingga terjadilah perang marga yang dapat menewaskan Naigaukiba Nambagani dan Kepayabega Duwitau serta yang lainnya luka-luka.
Kami sudah bayar kepala (Munggagi/Kigi Indo) dengan kulit bia yang bernama Jigigitagawabogotaga, kulit bia ini sama nilai dengan uang 150.000.000.000 (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah) ditamba kulit bia yang bernama Bodalibaga (RP. 8.000.000) delapan juta rupiah, tambah munggagiagibagapabaga (RP.6.000.000) Enam juta rupiah, tambah Tujimigi (RP.
2.000.000) Dua juta rupiah, tambah Sagalawanibaga (RP. 8.000.000) tamba Degendogangaibaga (RP. 7.000.000) tamba Tomojimbubaga (RP. 15.000.000) tamba Kigi bagu serta babi 30 ekor.
Kulit bia dan babi ini kami bayar marga Tigau dan Bagubau dan saat ini kami sedang mengumpulkan kulit bia dan uang untuk bayar kepala Kepayabega Duwitau.
Kami sudah bayar kepala (Munggagi/Kigi Indo) Kepayabega Duwitau dengan kulit bia yang bernama Sugupakitatuji yang sama nilai dengan uang sebesar 400.000.000 (Empat Ratus Juta Rupiah) tambah kulit bia Anibela (RP.30.000.000) Tiga puluh juta rupiah, tamba Isasigabobaga (RP. 7.000.000) tamba Tujimigi (RP.2.000.000) tamba Engapawanibaga (RP. 3. 000.000) tamba Munikibuga Agibagapabaga (RP 1. 500.000) tambah babi 3 ekor yang sudah disiapkan, sedangkan yang belum disiapkan kami belum bisa untuk memberi keterangan, karena ini perang.
Kulit bia dan babi ini kami akan bayar Marga Sondegau, Duwitau, Kum dan Maisini sedangkan untuk Emole Nambagai yang kena luka anak panah baru meninggal kemaring, kami sudah siapkan Jasigabokote yang sama dengan nilai uang lima ratus juta rupiah tamba uang empat puluh lima juta tamba kulit bia Iabumibeabumii (RP. 16.000.000) tamba mbulu-mbulu baga (RP. 5. 000.000) tamba Tujimigi (RP. 2. 000.000) tamba babi empat ekor.
Selain itu kami kampung Sonabu dan Mbaituga sudah selesaikan beberapa persoalan perselingkuhan dengan uang, babi, ayam serta kelinci dan juga ada beberapa istri kami yang belum bayar mas kawin lalu meninggal dunia, sehingga kami akan hadapi dalam beberapa bulan kedepan. Persoalan-persoalan ini membuat anak-anak kami pulang dengan tangan kosong ke tempat kulia mereka di Jayapura, Makasar dan di Manado.
Ini memang budaya suku migani di Intan Jaya yang diberikan Cuma-Cuma oleh Tuhan, namun budaya migani seharusnya disesuiakan dengan perkembangan jaman yang ada. Sekolah di Distrik sugapa sudah di bangun sejak tahun 1958, namun masih memiliki sumber daya manusia yang kurang kerena faktor budaya sangat memperhambat proses pendidikan. Sehingga harapan kami kedepan jangan lagi terjadi perselingkuhan, karena akibat perselingkuhan berjatuhan korban jiwa maupun harta, selain itu mas kawin juga harus di sesuiakan dengan situasi keberadaan seseorang, marga dan suku.Oleh: Maiseni Misael
Kamis, 10 Mei 2012
PENGAIRAN IYU PITA DUU
13.47
1 comment
CERITA RANkYAT
PENGAIRAN
IYU PITA DUU...
Dalam kamus beras bahasa
Indonesia perairan adalah pekerjaan yang bertalian dengan penyediaan air untuk
pertanian dengan bendung, terusan dsb.
Jadi cerita iyu
pita du....adalah Pada suatu hari
musim kemarau yang sangat panjang sehingga
masyarakat di daerah sekitar Weandoga...
mau menimbah air di Sunggai besar, yaitu Sungai Weabu. pada umunya
masyarakat di Pegununngan bercocok tanam disaat musim kemarau, jadi pada saat
ini ada salah-sattu keluarga Zonggonau
mau membuka lahan kebun di perbukitan di lereng Gunung Ulaipigu,
sehingga Bapak Zonggonau ini mengatur rencan untuk paginya membuka lahan kebun.
Pada saat pagi hari yang
sangat cera, si Bapak ini sambil mengasah kapak dan parang ia
menyuru kedua putranya untuk
membantu ayahnya, sehingga kedua anak
ini pun mempersiapkan bekal makanan
untuk santapan makanan sesudah kerja. Sesudah persiapan bekal makanan si
ayah menyuru kedua anaknya untuk star
menuju lokasih, sesampai dilokasih mereka pun melekan bahan bakanan yang di sipkan dan si
ayah ini mengatur strategi dalam
pembutan lahan/kebun, dan menugaskan kedua anaknya untuk membersikan/memotong seluk belum, pohon-pohon
kecil, yang terdapat di sekitar lokasih itu,sedangkan tugas ayah dari kedua anak
ini menebang pohon yang besar di sepanjang lereng gunung Ulaipugu. Waktu pun berjalan selama Proses penebangan itu berlangsung, begitu panasnya teriknya mata hari menyinari mereka , sehinga mereka
pun merasah lelah dan sang ayah dari
kedua anak ini pun meyuru kedua anaknya
untuk beristrahat sambil makan siang, akirnya mereka kembali ke tempat
bertedu dan kedua anak ini mangambil
bama yang disiapkan lalu si ayah bertanya mana air yang di bawah, kedua anak
ini sambil menaru tangan di kepala dan berkata aitaa,,, (Bapak) kami lupa
dengan kata seru.. hujima duu itamiee
(cepat timbah air dan bawah) Ayahnya
menyuru salah satu di anatara kamu dua kembali menimbah air di sunggai Weabu dibawah karena disekitar sini pun tidak ada mata air kecil
dan lagian sekarang musim kemarau. Dengn lapang dada, si adik bungsu (memuguu) yang bungsu ini pun berjalan untuk menimbah air minum walaupun
jarak dari lokasih kebun ke Sungai Weabu
kurang-lehih 10 Km, si bungsu ini kembali dengan membawah air minum dalam
tabung minum, nama tabung ini dalam bahasa moni adalah uwih buni.. sesampai di loka penebangan si bingsu meneru air dan
memanggil kakak dan ayahnya ternyata si kakak dan anyahnya juga sepakat untuk menebang salah tu pohon yang sangat
besar dan keras sambil menunggu ia yang menimbah air lalu si bingsu ini
sambil mendekati mereka berdua dan
berkata air sudah ada sehingga mari kami makan siang dan istrahat. Kemudaian
sesudah menebang pohon yang sangat besar dan keras itu mereka bertiga kembali
ke tempat istrahat /bertedu tadi lalu mereka mulai makam, makannan yang
disiapkan.
sesudah makan
mereka mau minum air jadi menyuru adik bungsu ini di mana air yang di
bawah lalu si bingsu ini pun berdiri dan mau mengambil air yang yang disimpang,
disaat ia mau mengambil iya memandang ke
uwi buni itu tetapi uwi
buni uda mering singa ia pikir bahwa pasti airnya uda tumpah karena
posisinya miring 60 derajat, ketika sampai di
dekat dan ia memandang tabung/uwi
buni itu air dalam tabung pun tumpa dan tak ada
hentinya sehingga menjadi mata air yang sangat jerni, dengan terkejut si bungsu ini memanggil ayah
dan kakaknya untuk menyaksikan hal takjub yang terjadi. Sehingga si Bapak zonggonau dan kedua anak menamakan Iyu Pita Duu.. yang asrtinya Air Yang Di Tanam...
Amakanieee
.
By F Zoally Zonggonau
Senin, 13 Februari 2012
Hari Valentine
09.32
No comments
![]() |
| Add caption |
Sebuah kencan pada hari Valentine seringkali dianggap bahwa pasangan yang sedang kencan terlibat dalam sebuah relasi serius. Sebenarnya Valentine itu merupakan hari Percintaan, bukan hanya kepada pacar ataupun kekasih, Valentine merupakan hari terbesar dalam soal Percintaan dan bukan berarti selain valentine tidak merasakan cinta."Happy Valentine's", yang bisa diucapkan oleh pria kepada teman wanita mereka, ataupun, teman pria kepada teman prianya dan teman wanita kepada teman wanitanya atau lebih special lagi kepasa pacarnya, semoga di dalam hati setiap individu timbul perasaan kasih sayang karena ada tertulis :
Ø
Mungkin Tuhan menginginkan kita beberapa orang yang salah, sebelum
bertemu denhgan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana bertrima kasih
atas anugera ini.
Ø
Kebahagian tersedia bagi mereka yang menangi mereka yang disakiti
hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba, karena mereka itulah yang
m,enghargai pentingnya orang-orang yang perna hadir dalam hidupnya.
Ø
Cinta datang kepada mereka yang masih mengharap sekalipun
dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun dihianati, kepada
mereka yang dicintai sekalipun perna disakiti hatinya.
amakanaeee
Heppy Valentine Day’s
By Zoally
Zonggonau
Langganan:
Postingan (Atom)













